7 Cara Mencegah Penyakit Autoimun Sejak dalam Kandungan, Calon Ibu Wajib Tahu

freepik.com

Setiap ibu yang sedang mengandung pasti berharap agar si calon bayi nanti lahir dan tumbuh sehat. Maka, masa-masa dalam kandungan merupakan rentang krusial yang turut menentukan perkembangan dan kesehatan si anak.

Bagi ibu yang sudah menderita atau mempunyai bawaan penyakit autoimun, mungkin hal ini menjadi tantangan, karena ibu dengan penyakit autoimun mempunyai kerentanan tinggi selama kehamilan terjadi. Tantangan lain bagi sang ibu adalah bagaimana ia bisa melahirkan bayi dengan sehat.

Ibu yang sudah mempunyai bakat penyakit autoimun juga akan menurunkan pada keturunan. Namun, jangan khawatir, penyakit autoimun merupakan penyakit yang disebabkan tidak hanya genetik, melainkan banyak faktor. Bayi dengan genetik bakat autoimun bukan berarti pasti akan jatuh sakit.

Ada faktor lingkungan yang nantinya akan menyumbang peran penting. Bagi Ibu yang sudah mempunyai bakat penyakit autoimun, tidak perlu terlalu khawatir.

Ada Tips yang bisa dilakukan agar calon bayi bisa lahir dengan sehat.

1. Upayakan untuk merencanakan kehamilan saat ibu sudah selesai pengobatan

Pada saat ibu selesai dengan rangkaian pengobatan penyakit autoimun, kondisinya dipastikan jauh lebih baik dibandingkan ketika ia sedang berobat. Dengan demikian risiko yang diakibatkan oleh zat kimia obat bisa dihindari.

Baca Juga: Tidak Hanya Ashanty, Lady Gaga Dan Selena Gomez Pernah Terkena Penyakit Autoimun Ini, Milenial Juga Harus Waspada

2. Cegah komplikasi dengan dosis pengobatan yang lebih rendah

Hal ini berlaku bagi Ibu yang masih sedang menjalani pengobatan penyakit autoimun. Bisanya dokter akan menyarankan agar dosis obat selama masa kehamilan dikurangi, atau menggantinya dengan obat yang lebih aman.

Dosis obat perlu dikurangi karena selama masa kehamilan agar ibu dan bayi terhindar dari komplikasi seperti diabetes gestasional, hypertensi, preeklamsia dan komplikasi kehamilan lainnya.

3. Konsultasi dan pemeriksaan rutin dengan dokter ahli

Konsultasi pada kehamilan wanita dengan penyakit autoimun disarankan dilakukan dengan dokter obgyn yang ahli. Selain untuk melihat perkembangan bayi, konsultasi dan pemeriksaan rutin berguna untuk melihat apakah autoimunitas yang dimiliki ibu berdampak pada kesehatan ibu dan calon bayi.

Sebab, dalam kasus autoimunitas meskipun jarang terjadi, sistem imun bisa saja menyerang fetus dalam perut ibu.

4. Olahraga atau aktivitas fisik

Kegiatan olahraga mampu mengurangi kelelahan dan mencegah terjadinya kekakuan sendi pada ibu dengan penyakit autoimun. Untuk melakukan ini, konsultasikan dengan dokter mengenai olahraga yang tepat dan aman dilakukan selama kehamilan.

5. Mengonsumsi suplemen makanan

Selain mengonsumsi suplemen nutrisi kehamilan pada umumnya, disarankan pula untuk mengonsumsi tambahan asam folat. Asam folat terbukti dapat mengurangi cacat sejak lahir. Dokter Obstetri NYU Langone merekomendasikan agar wanita mengonsumsi kurang lebih 400 mcg asam folat setiap hari selama 3 bulan sebelum pembuahan dan pada masa kehamilan.

6. Batasi jumlah kafein

Kafein dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke plasenta. Plasenta sendiri merupkana organ sementara yang digunakan untuk menyalurkan makanan kepada bayi di rahim. Apabila mengonsumsi kafein, terutama dalam jumlah yang berlebihan, bisa terjadi gawat janin yang ditandi detak jantung janin yang tidak normal.

7. Berhenti merokok bagi perokok

Merokok pada saat kehamilan dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir dan dapat mengarahkan pada komplikasi preeklampsia, keguguran, dan kelahiran prematur.

Itulah tadi 7 cara awal agar bayi bisa lahir dengan selamat dan terhindar dari penyakit autoimun sejak dari kandungan, meskipun sang ibu membawa faktor genetik penyakit autoimun. Faktor penyakit autoimun tidak hanya satu, pencegahan harus terus diupayakan ketika nanti sang bayi lahir ke dunia.