Dapat Penghargaan, Lyla Aktif Menebar Semangat Meskipun Menderita Tumor Otak

facebook.com/LylasJourney1

Sementara sebagian anak-anak seusianya bebas bermain, Lyla O'Donovan harus menghabiskan sebagian hidupnya untuk berbaring di rumah sakit. Semenjak divonis oleh dokter menderita tumor otak pada tahun 2016 silam, gadis kecil yang sekarang berusia 6 tahun ini telah melewati beberapa kali operasi otak berisiko tinggi.

Lyla sering merasa kesakitan, namun beberapa dokter yang pernah merawatnya tidak yakin dengan penyebab pastinya.

Beberapa jenis penyakit, seperti cystic fibrosis dan intoleransi laktosa pernah diduga dokter menjadi penyebab utamanya.

Salah satu menyebabkan sulitnya menemukan diagnosis pasti ialah bahwa Lyla termasuk gadis yang kuat, sehingga sulit menceritakan seberapa buruk rasa sakitnya.

Penyakit yang diidap Lyla akhirnya menemui titik terang ketika Paul dipindahkan ke Devon, Inggris untuk urusan pekerjaanya.

Saat itu gejala yang dirasakan Lyla kian memburuk. Gadis kecil itu mengalami pusing hingga kehilangan keseimbangan.

Awalnya, beberapa dokter yang didatangi juga masih belum mengetahui penyebab utama sakitnya Lyla.

Tetapi dokter di salah satu rumah sakit di Inggris, merujuk Lyla ke rumah sakit Bristol untuk melakukan MRI sebelum diizinkan pulang.

Hasil MRI menunjukkan hasil yang mengejutkan Paul dan Kirsty. Mereka diberitahu dokter bahwa putrinya mengidap tumor otak yang disebut dengan pilocytic astrocytoma.

Tumor tersebut merupakan tumor yang menyerang batang otak. Meskipun merupakan tumor stadium rendah, dokter merasa kagum dengan kenyataan bahwa Lyla masih bisa berdiri dengan tumor sebesar itu.

Setelah berhasil terdiagnosis, dokter segera menyedot cairan di otak dan meresepkan steroid untuk Lyla.

Sambil menunggu keputusan prosedur operasi, kedua orang tua Lyla terus dihantui rasa was-was dengan kondisi putrinya yang seolah tidak membaik.

Beberapa minggu setelahnya, tanggal operasi pun ditetapkan. Menurut dokter, operasi tersebut akan memberikan perubahan pada Lyla.

Dan kabar baiknya, dokter berhasil mengangkat 99,9% tumor yang ada di otak. Setelah terlelap selama 15 jam nonstop, gadis itu pun terbangun.

Dalam pengawasan selama 3 minggu itu, Lyla perlahan mengalami pemulihan dan akhirnya diizinkan pulang.

Namun, pada akhir pekan kepulangannya dari rumah sakit, Lyla merasa kesakitan yang teramat sangat dan harus dilarikan ke rumah sakit lagi.

Kali ini, Lyla divonis menderita meningitis, kondisi tersebut langsung ditangani dokter dan diobati dengan antibiotik dosis tinggi.

Lyla yang tangguh pun sembuh dari meningitisnya dan beberapa bulan yang menyenangan bisa ia nikmati. Keluarga Paul dan Kirsty yang mempunyai 6 orang anak itu pun bisa kembali berkumpul bersama.

Sayangnya, hari-hari Lyla selanjutnya masih belum bisa lepas dari rasa sakit akibat komplikasi sisa dari tumor otak yang pernah dideritanya. Tumor tersebut menyisakan beberapa diagnosis lain yang sering kali menyiksa.

Mulai dari robekan di kepala hingga hidrosefalus yang membuatnya perlu melakukan implant VP shunt, yaitu alat yang digunakan untuk menurunkan tekanan di otak.

Berbagai prosedur operasi berisiko tinggi lain mungkin akan menanti Lyla di masa yang akan datang. Meskipun demikian, Lyla menghadapi itu semua dengan tegar.

Lyla dan Lilley (kakanya perempuannya) membangun “Lyla & Lilley's Stars”. Gadis-gadis kecil ini membuat dan mengirimkan surat ucapan kepada anak-anak lain di berbagai penjuru dunia untuk saling menyemangati dan menghargai ketangguhan dan keberanian anak-anak tersebut dalam menghadapi kesulitan.

Mereka juga melakukan berbagai aktivitas fundrising dan kegiatan amal untuk membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu dan terus menyebarkan senyum kepada anak-anak di penjuru dunia.

Kisah keberanian dan sikapnya membuat Lyla menjadi nominasi sekaligus pemenang di ajang prestisius di UK, WellChild Awards 2019.

Gadis kecil ini menjadi juara untuk kategori Inspirational Child. WellChild Awards sendiri merupakan ajang perayaan sekaligus pemberian semangat kepada anak-anak yang menderita penyakit serius dan kondisi medis kompleks, serta pemberian penghargaan terhadap tenaga professional yang berdedikasi tinggi membantu anak-anak yang sakit beserta keluarganya.

Dalam acara yang diselenggarakan di Hotel London's Royal Lancaster tersebut pada bulan Oktober lalu, Lyla menjadi salah satu bintang yang hadir.

Ia juga berkesempatan bertemu dengan berbagai tokoh terkenal seperti Pangeran Harry. Bersama-sama dengan ratusan anak-anak kuat lain, Lyla membuktikan bahwa ketangguhan, kekuatan semangat dan kekuatan bekerja bersama, sangat menggerakkan dan memotivasi.

Perjalanan dan kisah Lyla bisa diikuti di akun facebooknya Lyla's brain tumour journey.