Jangan Menunggu Parah, Kanker Payudara Bisa Dideteksi dengan 3 Cara Ini

freepik.com

Kasus kematian kanker payudara merupakan akibat dari penanganan yang sudah terlambat. Seperti yang kita tahu, kanker payudara kebanyakan diderita oleh wanita.

Tetapi, masih banyak wanita yang belum aware tentang bagaimana untuk melindungi diri dari penyakit mematikan ini.

Terbukti, dari data WHO, pada tahun 2018 kanker payudara sudah menyebabkan kematian sebanyak 627 ribu pada wanita.

Wanita jangan mau kalah lagi dengan kanker payudara. Menurut WHO, hingga saat ini, perlindungan paling efektif kanker payudara adalah dengan mendeteksinya sejak dini secara rutin.

Dengan deteksi dini, kejanggalan yang ada di tubuh cepat dikenali. Stadium awal kanker payudara lebih punya kesempatan besar untuk bisa sembuh total.

Jadi, jangan tunggu terlambat, deteksi dini bisa dilakukan dengan 3 cara berikut:

1. Periksa payudara sendiri (Breast self-examination)

Dikenal juga dengan singkatan SADARI, cara deteksi ini sebenarnya sudah banyak dikampanyekan oleh berbagai organisasi kanker dan pemerintah di seluruh dunia.

Pada pemeriksaan ini, wanita cukup melakukan pemeriksaan pada tubuhnya sendiri, yaitu di area dada sekitar payudara dan ketiak.

Baca Juga: Untuk Dijadikan Pelajaran, Berikut 4 Selebritas Tanah Air yang Direnggut oleh Kanker Payudara

Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi apakah ada benjolan asing yang tumbuh di area payudara. Langkah-langkah SADARI ini cukup sederhana dan tidak memakan waktu lama.

Dengan melakukannya secara rutin, wanita akan  segera tahu ketika ada hal janggal di tubuh.

2. Pemeriksaan klinis payudara

Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan tenaga kesehatan dokter, bidan atau perawat. Pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik di area dada untuk mengetahui adanya benjolan asing, perubahan fisik atau kejanggalan yang ada.

Jika diperlukan, tenaga kesehatan juga bisa melakukan pemeriksaan jaringan untuk mengenali berbagai jenis kelainan yang mungkin terjadi.

3. Mamografi

Selain sebagai alat deteksi rutin, dalam fasilitas pelayanan kesehatan mamografi juga dipakai untuk mendiagnosa.

Mamografi sendiri merupakan alat deteksi yang cukup spesifik dan sensitif sehingga apabila ada kelainan pada payudara akan terlihat lebih jelas, meskipun kelainannya belum tampak dan terasa.

Sayangnya, tidak semua fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai alat ini, sehingga pastikan untuk menemukan pelayanan kesehatan yang tepat terlebih dahulu sebelum memeriksakan diri.

Untuk wanita usia 40 tahun ke atas disarankan melakukan pemeriksaan mamografi setiap satu sampai dua tahun sekali.

Itulah tadi tiga cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Apabila ditemukan kejanggalan, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Melakukan metode di atas secara rutin sangat disarankan untuk melindungi diri dari kanker.