Remaja Ini Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Ditemukan Tidak Sadarkan Diri, Ini Penyebabnya

Oktober 17, 2019
Remaja Ini Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Ditemukan Sang  Ibu Tidak Sadarkan Diri, Ini Penyebabnya
fox10phoenix.com
AFYA-ONLINE.COM - Seorang ibu mengatakan ia tidak tahu bahwa anaknya yang berusia 16 tahun sudah menggunakan rokok elektronik sejak 2 tahun yang lalu sampai ia menemukan anak tersebut tidak sadarkan diri dan hampir mati.

Betty Hatten-Ford asal Phoenix, mengatakan anaknya Samantha berada di rumah mereka bersama teman-temannya Selasa lalu.

Hatten-Ford berlari menuju kamar anaknya setelah teman Samantha tiba-tiba berteriak memanggil Hatten.

Saat tiba dikamar, Samantha sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di tempat tidurnya dengan darah bercampur lendir yang keluar dari mulutnya.

Remaja itu kemudian dilarikan ke rumah sakit, para dokter mengatakan bahwa Samantha terkena serangan jantung karena vaping (rokok elektronik) telah merusak jantung dan paru-parunya.

Hatten-Ford berkata kepada Fox 10 Pheonix bahwa ia merasa gagal karena tidak menyadari putrinya merokok diam-diam selama 2 tahun.

Remaja Ini Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Ditemukan Sang  Ibu Tidak Sadarkan Diri, Ini Penyebabnya
Sumber:  Fox 10 Pheonix


" Saya mencoba mengeluarkan dia dari tempat tidur, tetapi dia sudah tidak sadarkan diri" kata Hatten-Ford kepada Fox 10

" Saya mencoba melakukan CPR tetapi tidak bisa karena ada banyak lendir yang keluar dari mulutnya".

Samantha dilarikan ke Rumah Sakit Anak Pheonix dan ditempatkan di Unit Perawatan Intensif.

Setelah melakukan beberapa tes, dokter mengatakan bahwa vaping telah menyebabkan Samantha terkena serangan jantung.

Paru-paru dan jantung remaja itu hanya berfungsi 30%.

Remaja Ini Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Ditemukan Sang  Ibu Tidak Sadarkan Diri, Ini Penyebabnya
Sumber: Fox 10 Phoenix
Terdapat hampir 1.300 kasus yang dilaporkan sebagian besar dialami oleh remaja dan dewasa muda di 49 begara, menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

CDC mengonfirmasi setidaknya 26 kematian terkait vaping terjadi di 21 negara.

Sebagian mereka yang jatuh sakit melaporkan produk vaping yang digunakan mengandung THC, senyawa psikoaktif utama yang juga ditemukan dalam ganja.

Ibunya berharap bahwa putrinya dan teman-temannya sadar akan bahaya vaping.

"Saya pikir mungkin dengan kejadian ini bisa menyadarkan teman-temannya juga" kata Hatten-Ford, merujuk pada kerusakan paru-paru yang mengancam jiwa akibat vaping.

Menurut laporan, Samantha akan tetap dirawat di Rumah Sakit setidaknya selama lima minggu ke depan.

Baca Juga: Wajah Pria Ini Bengkak dan Nyawanya Terancam karena Menggaruk Bekas Gigitan Nyamuk!

Sumber: Dailymail
Next article Next Post
Previous article Previous Post