6 Fakta Seputar Menstrual Cup yang Wajib Perempuan Tahu

pixabay.com

Mungkin akhir-akhir ini propaganda tentang penggunaan menstrual cup makin santer terdengar di sekitar Anda, mulai dari ulasan para blogger hingga program kesehatan yang ditayangkan di TV, hampir semua konten media gencar mendiskusikan soal inovasi paling anyar dan top dalam industri produk terkait siklus bulanan kaum Hawa.

Namun, perlu diketahui bahwa tren kekinian dari produk seputar "higienitas organ intim kewanitaan" tersebut rupanya bukanlah sebuah fenomena baru yang baru-baru ini ditemukan.

Faktanya, jejak keberadaan menstrual cup dapat ditelusuri kembali sejak pertengahan abad ke-20, dan perlahan namun pasti, para wanita di Indonesia mulai menyadari kembali betapa pentingnya penggunaan menstrual cup sebagai alat untuk menjaga kebersihaan organ kewanitaan yang dianggap ramah lingkungan, ekonomis, dan opsi alternatif selain produk haid konvensional (seperti tampon ataupun pembalut, misalnya).

Sesuai dengan namanya, menstrual cup merupakan sebuah cawan berukuran kecil untuk menampung darah haid dengan cara pemakaian yang tidak jauh berbeda dari tampon, yakni dengan membenamkan menstrual cup itu sendiri ke dalam organ intim kewanitaan.

Konsepnya memang terdengar sederhana, namun jika dibandingkan dengan gembar-gembor kepopuleran produk haid satu ini yang semakin melambung tinggi, rupanya tidak sedikit wanita yang masih diliputi keraguan soal penggunaan menstrual cup ketika mengalami periode menstruasi (tidak jarang pula bahkan yang menganggap penggunaan menstrual cup sebagai praktek kesehatan yang tabu).

Bicara tentang cara menangani "semburan" darah menstruasi, sejatinya semua itu kembali pada selera masing-masing.

Anda pun pasti memiliki preferensi pribadi, bukan? Akan tetapi, apabila rasa penasaran Anda mulai membuncah mengenai apa dan bagaimana menstrual cup itu, pastikan untuk mengetahui satu-persatu fakta seputar menstrual cup yang penting untuk Anda pertimbangkan berikut ini.

1. Ramah lingkungan

Seperti yang bisa ditebak, produk-produk terkait haid selalu menjadi salah satu sumber penyumbang sampah terbesar di lingkungan kita.

Jadi, dengan mengurangi jumlah pembalut maupun tampon yang Anda gunakan tiap kali Anda mengamali siklus bulanan ini, Anda akan menciptakan perubahan besar bagi lingkungan di sekitar Anda!

Menstrual cup umumnya dapat bertahan selama 3-4 tahun. Sehingga, banyaknya sampah yang Anda produksi tiap kali siklus menstruasi datang menghampiri pun dapat berkurang (terutama dalam jangka panjang).

2. Ekonomis

Berapa kisaran rupiah yang telah Anda habiskan untuk membeli pembalut atau tampon selama tiga hingga 4 tahun?

Berdasarkan perhitungan matematika, mengeluarkan biaya sebesar kurang lebih Rp400.000,- di awal untuk satu buah menstrual cup dengan daya tampung 30ml tentunya tergolong jauh lebih murah ketimbang membeli produk haid konvensional yang harus Anda lakukan secara berkepanjangan.

Misal, Anda harus merogoh kocek sebesar Rp40.000,- per bulan untuk menghadapi "tamu bulanan" Anda.

Dalam empat tahun, pengeluaran yang terkumpul bisa mencapai angka Rp1.920.000,-. Apabila Anda beralih pada menstrual cup, maka Anda dapat mengantongi kembali dana ekstra sebesar Rp1.520.000,-!

Ucapkan "hai" pada high heels cantik yang selama ini Anda idam-idamkan, dan saatnya untuk berpisah dari produk haid konvensional yang menguras dompet.

3. Tersedia dalam berbagai ukuran

Sebagian besar merek menstrual cup menawarkan dua pilihan: pertama, untuk wanita berusia di bawah 30 tahun dan belum pernah menjumpai masa kehamilan sebelumnya, lalu yang kedua, untuk wanita dengan usia di atas 30 tahun.

Manapun dari kedua opsi ini yang nantinya akan Anda pilih, kecil sekali kemungkinannya jika ukuran menstrual cup tersebut tidak sesuai untuk tubuh Anda.

Menstrual cup didesain dengan ukuran yang pas untuk dikenakan masing-masing wanita dengan diameter sekitar tiga sampai empat sentimeter.

Dan, seperti yang Anda ketahui, miss V memiliki elastisitas yang luar biasa. Organ intim Anda dirancang untuk "melebar" mengikuti bentuk dari obyek asing yang masuk ke dalam ataupun keluar dari tubuh.

4. Dijamin steril

Berbanding terbalik dengan pendapat kebanyakan orang awan, produk haid yang satu ini justru jauh dari kesan "jorok" apalagi "menjijikkan".

Selama Anda mampu menjaga kebersihan menstrual cup yang Anda gunakan dengan baik, maka produk tersebut terjamin sterilitasnya – sama halnya seperti produk haid lain.

Malah, menstrual cup dianggap sebagai produk haid paling steril karena tidak menyumbat "saluran pembuangan" Anda.

Namun, Anda perlu mempertimbangkan kembali pilihan Anda untuk mengenakan menstrual cup jika timbul gatal-gatal selama masa penggunaan.

5. Tetap utamakan kebersihan

Sekalipun menstrual cup mampu menahan "dorongan" darah menstruasi hingga 12 jam lamanya, Anda disarankan supaya tetap menjaga kebersihan dari menstrual cup yang Anda gunakan ketika Anda hendak melepasnya.

Pastikan Anda membasuh menstrual cup tersebut dengan sabun yang bersifat oil-free dan bebas parfum tiap 12 jam sekali.

Apabila Anda menggunakan toilet umum, bilas dengan air mengalir atau seka dengan tisu basah, kemudian cuci hingga bersih begitu Anda memiliki kesempatan di lain waktu.

Tepat ketika periode menstruasi Anda berakhir, jangan lupa untuk membersihkan menstrual cup yang sudah Anda gunakan untuk memastikan bahwa bakteri dan kuman yang bersarang pada alat tersebut mati sepenuhnya, yakni dengan cara merendam menstrual cup pada rebusan air hangat selama 5-10 menit.

6. Aman dan nyaman digunakan

Dengan menggunakan menstrual cup, Anda tak perlu khawatir akan mengalami yang namanya Toxic Shock Syndrome (TSS).

TSS sendiri merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan bakteria bernama staphylococcus aureus dalam jumlah berlebih yang umumnya disebabkan karena penggunaan tampon dengan daya serap tinggi.

Dengan beralih pada penggunaan menstrual cup maka sejatinya Anda telah berkontribusi langsung dalam penurunan risiko timbulnya TSS ini.

Hal ini disebabkan karena cara kerja menstrual cup itu sendiri yang alih-alih menyerap darah menstruasi, justru mengumpulkan darah tersebut di dalam cawannya.

Sementara itu, tampon dianggap sebagai tempat perkembang biakan bakteri yang paling ideal – hal ini menunjukkan bahwa tampon bukanlah produk haid yang aman dan nyaman digunakan.



Nah, sekarang Anda sudah tidak asing lagi dengan menstrual cup, bukan? Apabila Anda masih merasa sangsi apakah menstrual cup merupakan sobat mengatasi "tamu bulanan" yang cocok untuk Anda, tidak masalah.

Sah-sah saja jika Anda tetap mempertahankan penggunaan produk haid yang dirasa paling nyaman untuk tubuh Anda.

Namun, tidak ada salahnya untuk segera membuat perubahan dengan beralih pada penggunaan menstrual cup yang lebih ramah lingkungan, awet, aman, dan ekonomis.

Bukan cuma menyelamatkan lingkungan, satu langkah kecil ini pun nantinya akan membawa dampak positif untuk tubuh Anda. Selamat mencoba!