Bahaya! Inilah 5 Ancaman Kesehatan di Balik Penggunaan Pembalut yang Wajib Anda Waspadai

pixabay.com

Konsumsi makanan bergizi, menenggak smoothies rendah kalori, tak pernah luput pergi ke gym – Anda tentu familiar dengan rutinitas “hidup sehat” yang satu ini.

Sebagai perempuan, kita memiliki kodrat yang menakdirkan kita tinggal di dunia di mana bukan cuma jadi sosok wanita cantik, hidup sehat pun demikian.

Kita selalu dihadapkan dengan obsesi untuk selalu mengecek terlebih dahulu jumlah kalori dan persentase kolesterol di dalam makanan kita sebelum makanan tersebut menuruni kerongkongan dan dicerna menjadi partikel kecil.

Tentu saja, obsesi ini ditimbulkan oleh ambisi berlebihan sebagai bentuk image diri yang ketat menjaga berat badan serta penggemar #1 makanan organik yang kaya akan nutrisi penting.

Namun lagi-lagi, kita justru cenderung menyepelekan faktor esensial lainnya yang sejatinya tergolong dalam praktik hidup tidak sehat pun berbahaya bagi tubuh kita.

Jadi, seberapa bagus pemahaman Anda terhadap pembalut, produk haid favorit sebagian besar wanita Indonesia – yang jadi andalan Anda untuk menyambut kedatangan “tamu bulanan”?

Anda tentu telah menjadi pengguna setia produk tersebut untuk jangka waktu yang cukup lama, bukan?

Mungkin, Anda juga menjadi bagian dari kelompok kaum Hawa yang telah menggunakan pembalut untuk menampung darah menstruasi sejak masa haid Anda yang pertama kalinya.

Sebagai anak gadis yang baik, Anda tidak pernah membangkang perkataan ibu Anda, menuruti segala permintaan yang diucapkan dan mendengarkan sarannya dengan patuh lagi hormat, tanpa terkecuali menyangkut masalah pemilihan produk haid yang sejatinya termasuk dalam ranah urusan pribadi.

Namun, ada beberapa saat di mana Anda sebaiknya bersikap waspada dan cermat dalam membuat keputusan mengenai aman-tidaknya pembalut yang Anda kenakan.

Terlebih lagi, sebagai seorang konsumen, sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk memastikan bahwa tiap produk yang Anda beli tidak berpotensi membawa malapetaka bagi Anda – apalagi jika sampai membahayakan nyawa Anda.

Itulah sebabnya mengapa sejak beberapa tahun terakhir semakin banyak wanita Indonesia yang berbondong-bondong memburu menstrual cup dan pembalut kain sebagai produk haid alternatif dari pembalut yang biasanya mereka gunakan.

Hal tersebut bermula dari kekhawatiran mereka terhadap segi keamanan dari pembalut yang mereka kenakan.

Dan, berikut adalah lima ancaman kesehatan di balik penggunaan pembalut yang dapat menjadi referensi baru bagi Anda untuk mempertimbangkan kembali posisi pembalut sebagai sahabat setia Anda di kala menstruasi.

1. Berpotensi menumbuhkan sel kanker

Tentu saja, ini bukan berarti bahwa sel kanker akan tumbuh di dalam tubuh Anda dalam semalam.

Walaupun demikian, penggunaan pembalut dalam frekuensi tinggi dan secara teratur, Anda tetap berisiko terserang bahaya kontaminasi zat-zat kimiawi yang terkandung di dalam bahan-bahan pembuatan pembalut.

Zat-zat tersebut akan terakumulasi di dalam tubuh Anda dan mengancam kesehatan organ reproduksi Anda.

Dengan membayangkan betapa seringnya kita bersentuhan dengan bahan-bahan penyebab kanker tersebut sudah cukup menimbulkan ketakutan bagi masing-masing dari kita, bukan?

Faktanya:

  1. Pembalut yang rutin Anda kenakan terdiri dari beberapa bahan yang terbuat dari plastik. Beberapa zat kimiawi yang diproduksi dari plastik jenis BPA dan BPS dapat mengacaukan proses perkembangan janin pada tahap embrio. Bahkan, bahan-bahan tersebut juga dapat menimbulkan kerusakan organ dalam.
  2. Serat yang menjadi bahan utama untuk menyerap darah menstruasi dapat menimbulkan kanker serviks. Pembalut tidak sepenuhnya terbuat dari kapas melainkan gel selulosa.
  3. Dioksin yang terkandung di dalam pembalut berpotensi mengakibatkan kanker ovarium.
  4. Pembalut dirancang sedemikian rupa supaya mampu menyerap beragam jenis cairan dengan baik. Itulah sebabnya mengapa di samping menggunakan kapas, pembalut juga dibuat dari rayon, sejenis serat sintetis, yang tak kalah berbahaya pula untuk kesehatan tubuh wanita karena mengandung dioksin. Umumnya, ketika rayon dikelantang, serat tersebut akan memproduksi dioksin.

2. Mengandung zat pembasmi hama (pestisida) dan penyiang gulma (herbisida)

Seperti yang telah disinggung pada poin sebelumnya, kapas adalah bahan utama pembentuk pembalut.

Sama seperti tanaman hasil panen lainnya, masa pertumbuhan kapas pun tidak terlepas dari kontak dengan pestisida maupun herbisida yang secara pasti dapat menimbulkan masalah kesehatan untuk tubuh Anda.

Furan, zat kimia yang sangat berbahaya, dapat ditemukan pada kapas. Zat tersebut akan selamanya melekat pada kapas hingga tanaman tersebut siap dipanen.

Bayangkan seberapa parah dampak dari kontaminasi bahan kimia ini terhadap tubuh Anda. Pada beberapa studi yang dilakukan pada hewan sebagai sampel penelitian, ditemukan keterkaitan yang kuat antara furan dan potensi persebaran sel-sel kanker di dalam tubuh.

Tak hanya itu, herbisida dan pestisida juga dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan lainnya, seperti malfungsi tiroid dan mandul.

3. Limbah pembalut kotor mencemari lingkungan

Mulanya, warna kapas tidaklah seputih apa yang kita umumnya temui saat ini. Namun, karena warna putih identik dengan kesan steril yang disukai oleh para wanita, pabrik-pabrik produsen pembalut pun tidak ragu untuk menggunakan semacam zat kimia bernama dioksin untuk memutihkan kapas yang terdapat di dalam pembalut.

Namun tanpa disadari, kita harus membayar harga mahal untuk membeli produk haid berpemutih ini. Tidak sedikit perusahaan yang menyangkal kuat-kuat bahwa mereka hanya menggunakan sedikit dioksin pada produk buatan mereka.

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, kontak fisik jangka pendek dengan dioksin dapat menggelapkan kulit serta memengaruhi fungsi organ hati.

Sepanjang hidupnya, seorang wanita diprediksi menggunakan sekitar 6.000 pembalut dan ketika dioksin terakumulasi di dalam tubuh, hal ini dapat mengakibatkan beragam gangguan kesehatan serius seperti kerusakan sistem imun, diabetes, disfungsi hormon, radang panggul, kanker ovarium, dsb.

4. Penyebab infertilitas dan bayi cacat lahir

Tahukah Anda? Di dalam pembalut yang selalu Anda kenakan tiap menstruasi datang menghampiri terdapat bahan penetralisir bau atau deodoroan yang sengaja ditambahkan untuk menghilangkan bau tak sedap dari darah haid.

Hal ini dapat dimaklumi karena, jujur saja, siapa yang betah mencium baunya? Akan tetapi, terdapat beberapa bahan lain di dalam pembalut (dengan pewangi tambahan khususnya) yang dapat menimbulkan komplikasi pada perkembangan embrio janin Anda.

Itulah sebabnya mengapa Anda juga tidak disarankan untuk menggunakan sabun pembersih daerah kewanitaan dengan wewangian tambahan karena dapat menyebabkan iritasi dan infeksi jamur vagina yang dapat berujung pada komplikasi kesehatan lainnya.

5. Tempat perkembang biakan bakteri dan rawan menimbulkan infeksi

Menggunakan pembalut secara berkepanjangan merupakan hal yang harus Anda hindari apabila Anda ingin terbebas dari infeksi bakteri bernama staphylococcus aureus pads organ intim Anda.

Penyakit yang dapat ditimbulkan dari paparan bakteri tersebut bernama Toxic Shock Syndrome (TSS).

Gejala dari penyakit yang satu ini di antaranya adalah kepala pusing, demam, bahkan diare. Racun yang dikeluarkan dari bakteri dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah secara mendadak di mana hal ini dapat berdampak fatal pada kondisi tubuh dikarenakan otak kita gagal menerima sejumlah darah yang dibutuhkan untuk tetap bekerja dengan baik.

Inilah satu dari sekian alasan mengapa banyak perempuan yang mengalami alergi kronis dan infeksi jamur vagina.



Untuk menghindari ancaman kesehatan di balik penggunaan pembalut, ada baiknya jika Anda mulai mempertimbangkan untuk mengenakan produk haid yang lebih aman.

Beberapa opsi alternatif di samping mengenakan pembalut antara lain menstrual cup dan pembalut kain.

Kedua produk haid ini lebih aman digunakan ketimbang pembalut biasa yang Anda temukan di pasaran.