5 Cara Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan dengan Mudah

Setiap wanita di dunia ini tentunya akan berbangga hati menyambut kelahiran si buah hati yang telah dinanti-nanti. Sayangnya, bahagia bukanlah satu-satunya emosi yang dirasakan oleh seorang ibu baru. Tidak sedikit yang justru merasa cemas hingga takut berlebih terhadap peran baru tersebut. Lalu, bagaimana cara menghadapi gejala yang merujuk pada depresi pasca melahirkan tersebut?

Ilustrasi wanita depresi
Ilustrasi wanita depresi. (Pexels.com/Engin Akyurt)

AFYA-ONLINE.COM - Depresi pasca melahirkan (postpartum depression) adalah penyakit kejiwaan serius yang umumnya muncul dalam beberapa bulan pertama setelah masa persalinan. Depresi yang satu ini juga bisa terjadi setelah seorang wanita mengalami keguguran atau melahirkan buah hati dengan nyawa yang tidak terselamatkan.

Depresi pasca melahirkan dapat membuat Anda mengalami serangkaian perasaan yang bercampur aduk. Anda bisa merasa sangat sedih, putus asa, bahkan tidak berharga dan bersalah. Anda mungkin juga akan mengalami kesulitan untuk merawat buah hati Anda dan terikat secara emosional dengannya.

Depresi pasca melahirkan tidak sama seperti “baby blues” yang biasanya hilang dalam beberapa minggu saja. Gejala-gejala yang muncul dalam depresi pasca melahirkan dapat berlangsung selama berbulan-bulan lamanya.

Jika Anda terdeteksi mengidap depresi pasca melahirkan, sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semakin cepat Anda mengatasi gejalanya, maka semakin cepat pula Anda akan merasa lebih baik dan menikmati kehidupan baru Anda sebagai seorang ibu.

Baca Juga: Alasan Kenapa Kamu Harus Berhenti Men-Judge Diri Depresi

Berikut adalah lima cara mengatasi depresi pasca melahirkan yang sangat praktis untuk Anda coba memerangi gejala depresi pada tahap awal.

1. Ciptakan ikatan emosional yang erat dengan buah hati

Ikatan batin merupakan sebuah ikatan alamiah yang terbentuk antara orang tua dan anak.

Ikatan yang berhasil terjalin secara sehat antara orang tua dan anak dapat memungkinkan anak untuk merasa aman dalam menghadapi proses perkembangan sepenuhnya, dan ikatan ini pula yang akan menjadi faktor yang dapat memengaruhi cara anak-anak berkomunikasi serta menjalin hubungan dengan orang lain di sepanjang hidup mereka.

Ikatan emosional tesebut akan terbentuk ketika Anda mendengarkan dan merespons kebutuhan atau isyarat emosional buah hati Anda dengan baik, seperti menggendongnya, menenangkannya, dan menyanyikan lagu-lagu menenangkan saat buah hati Anda menangis.

Menjadi sumber kenyamanan yang dapat diandalkan oleh buah hati akan memungkinkan anak Anda untuk belajar bagaimana cara mengelola perasaan dan tingkah laku mereka sendiri, yang pada saatnya nanti, akan memperkuat perkembangan kognitif buah hati Anda.

Apabila Anda belum sepenuhnya terikat secara emosional dengan bayi Anda, jangan merasa cemas atau bersalah karena hal tersebut. Kadang-kadang, butuh waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk merasakan keterikatan secara emosional tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, lambat laun Anda pun akan merasakannya.

2. Lakukan kontak fisik

Terlepas dari apakah Anda menyusui secara langsung atau memberikan susu formula kepada buah hati Anda, cobalah untuk melakukannya sembari membuat sentuhan fisik. Kontak dari kulit ke kulit akan menenangkan Anda sekaligus bayi Anda, sekaligus meningkatkan ikatan emosional di antara keduanya.

Khasiat lainnya dari kontak fisik ini termasuk periode tidur si kecil yang lebih lama, berkurangnya stres pada ibu, peningkatan berat badan bayi, perkembangan otak anak yang lebih baik, berkurangnya kecenderungan anak untuk menangis, dan percepatan waktu tinggal di rumah sakit.

3. Tidur siang yang cukup

Sulit bagi Anda untuk mendapatkan istirahat yang cukup begitu status Anda berubah menjadi “ibu baru”. Wanita yang mengalami depresi pasca melahirkan seringkali merasa kesulitan untuk segera terlelap meskipun mereka dihinggapi kantuk yang amat berat. Selain itu, semakin rendah kualitas tidur mereka, maka semakin parah pula depresi yang mereka derita.

Jika kebetulan Anda memiliki keluarga atau teman yang dapat diandalkan untuk merawat buah hati Anda saat Anda sedang tidur siang, pastikan untuk selalu meminta bantuan mereka supaya Anda dapat tidur dengan nyenyak dan bebas gangguan.

4. Berjemur di bawah sinar matahari

Paparan sinar matahari dan udara segar dapat meningkatkan suasana hati Anda secara signifikan.

Bahkan jika rambut Anda sedang berantakan sekalipun atau si kecil secara tidak disengaja mengotori baju kesayangan Anda dengan ludah, ajak buah hati Anda untuk berkeliling di sekitar wilayah tempat tinggal Anda menggunakan kereta dorong dan usahakan untuk setidaknya menghabiskan 10-15 menit di luar setiap hari.

5. Kembali berolahraga secara rutin

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu melawan depresi pasca melahirkan. Berolahraga selama periode depresi pasca persalinan adalah cara yang efisien untuk mencapai kedamaian jiwa dan keseimbangan mental yang lebih baik serta mengurangi gejala depresi lainnya.

Anda dapat memulai olahraga ringan hanya beberapa hari setelah hari persalinan jika Anda menjalani proses melahirkan secara normal dan tanpa komplikasi.

Jika Anda mengalami komplikasi atau melangsungkan persalinan secara sesar, pastikan untuk terlebih dahulu meminta saran dokter kapan sebaiknya Anda bisa mulai berolahraga.

Berjalan santai adalah permulaan yang baik, plus dengan aktivitas satu ini Anda dapat mengajak serta si kecil untuk berjalan-jalan menggunakan kereta dorong. Usahakan untuk aktif bergerak sekitar 20-30 menit per hari. Berolahraga sedikitnya 10 menit setiap hari dapat membawa manfaat positif bagi tubuh Anda.



Depresi pasca melahirkan merupakan salah satu bentuk kelainan psikologis yang dapat disembuhkan melalui penanganan yang tepat. Yang terpenting adalah Anda harus segera meminta pertolongan pada ahli medis terdekat untuk memberikan Anda treatment dan dukungan moral.

Jangan biarkan diri Anda berlarut-larut dalam depresi seorang diri. Yakinkan diri Anda bahwa depresi yang Anda rasakan tersebut bukanlah kesalahan Anda, dan merasa terpuruk selagi mengasuh Anda tidak serta-merta menjadikan Anda sebagai orang tua yang buruk.