6 Manfaat Diet Alkali bagi Kesehatan Tubuh, Hingga Dapat Mencegah Osteoporosis

Ada beragam jenis diet yang populer di masyarakat (beberapa terbukti baik untuk kesehatan, sementara sisanya diklaim merusak kesehatan tubuh Anda). Walaupun demikian, sepertinya tidak ada jenis diet yang lebih baik untuk membuat Anda panjang umur dan mencegah banyak penyakit selain diet alkali yang satu ini.

Sayuran hijau swiss chard
Sayuran hijau swiss chard. (Pixabay.com/Evita Ochel)

AFYA-ONLINE.COM - Diet alkali (juga dikenal sebagai “diet pH”) adalah salah satu program diet yang membantu menyeimbangkan tingkat pH darah dalam tubuh Anda, termasuk tingkat keasaman darah dan air seni Anda. pH Anda ditentukan oleh kepadatan mineral dari makanan yang Anda konsumsi.

Semua organisme hidup di bumi sejatinya bergantung pada kemampuannya masing-masing untuk mempertahakan tingkat pH tubuh yang tepat. Ditambah lagi, sering dikatakan bahwa penyakit dan gangguan kesehatan tidak dapat menyerang tubuh manusia yang memiliki pH seimbang.

Dengan menjaga tingkat keasaman tubuh agar senantiasa berapa pada tingkat aman (7,365-7,4), tubuh Anda akan terhindar dari bermacam-macam gangguan kesehatan yang tidak diinginkan.

Jadi, apa saja sesungguhnya manfaat diet alkali bagi kesehatan tubuh? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Meningkatkan energi

Energi Anda merupakan sebuah patokan atau penanda yang baik tentang seberapa sehat Anda sebenarnya. Setiap kali Anda merasa lelah, salah satu hal pertama yang harus selalu Anda pikirkan adalah untuk mengonsumsi segelas air.

Hanya dengan penurunan sebanyak 5% dari level hidrasi Anda, hal tersebut dapat menurunkan jumlah persediaan energi Anda hingga 30%.

Karena rata-rata manusia kehilangan hingga 2,5 liter air setiap harinya, Anda disarankan untuk minum sebanyak 3 sampai 4 liter air setiap harinya, idealnya dengan menjaga pH air pada level 8-9,5.

Untuk membuat tingkat Anda menjadi lebih basa, tambahkan lemon organik, irisan jeruk nipis, atau sejumput sea salt.

2. Menghilangkan refluks asam dari tubuh

Sebagian besar dari kita berpikir bahwa refluks ditimbulkan oleh banyaknya jumlah asam di dalam perut kita. Sangat mudah untuk berasumsi bahwa itulah penyebabnya dikarenakan kita merasa bahwa asam telah merayapi esofagus. Nyatanya, Anda benar-benar bisa merasakannya, lho.

Sebaliknya, refluks sebenarnya disebabkan oleh terlalu sedikitnya jumlah asam di dalam lambung.

Meskipun Anda ingin makan makanan tertentu yang diketahui berkhasiat untuk menurunkan tingkat keasaman di dalam tubuh Anda, sebaiknya Anda tingkatkan produksi asam di lambung (yang dimaksud disini adalah asam lambung yang baik, bukan asam buruk yang membahayakan kesehatan).

Untuk itu, Anda disarankan untuk mengurangi jumlah asupan makanan seperti kafein, makanan olahan, gula, biji-bijian, dan tingkatkan produksi asam lambung baik dengan mengonsumsi satu sendok makan cuka sari apel setiap hari serta minum air alkali yang kaya akan garam mineral.

3. Tidur lebih nyenyak dan bangun dengan segar

Apakah Anda seringkali terbangun dari tidur Anda pada dini hari antara pukul 1 dan 3 pagi? Hal tersebut merupakan sebuah pertanda bahwa metabolisme tubuh Anda bersifat asam. Tak hanya itu, ada kemungkinannya jika hati dan ginjal Anda (dua organ detoksifikasi utama Anda) sedang membutuhkan bantuan.

Tubuh Anda berada di puncak tingkat keasaman pada tengah malam, dan jika Anda tidak menetralkan tingkat keasaman tersebut, maka asam tersebut akan membuat Anda selalu terjaga di malam hari dan mencegah Anda mendapatkan waktu tidur yang sehat dan berkualitas.

Fokuslah untuk mengonsumsi sayuran berdaun hijau gelap di siang hari seperti bayam, kangkung, selada air, Swiss chard, serta wheatgrass untuk membantu tubuh Anda dalam mendetoksifikasi organ hati dengan aman.

Pastikan untuk makan malam setidaknya 3 jam sebelum Anda pergi tidur, dan hindari mengonsumsi makanan asam yang tinggi akan karbohidrat dan gula.

Terakhir, mineral seperti kalsium, kalium, natrium bikarbonat, dan magnesium memiliki sifat menenangkan bagi sistem saraf Anda. Oleh karena itu, mineral-mineral ini dinilai dapat bekerja efektif sebagai penetral asam yang paling kuat.

Konsumsi sedikitnya 30 menit sebelum tidur dan Anda akan segera merasakan perubahan yang signifikan pada kualitas tidur Anda!

4. Menjaga berat badan agar tetap ideal

Siapa yang akan menyangka jika sejatinya kelebihan berat badan (obesitasi) adalah masalah kesehatan yang ditimbulkan karena penumpukan asam di dalam tubuh?

Selain menjalani program diet alkali, berikut adalah dua tips ampuh untuk menjaga berat badan yang dapat Anda terapkan ke dalam gaya hidup Anda sehari-hari.

Pertama dan yang paling penting, Anda harus menambahkan lemak alkali yang lebih sehat ke dalam makanan Anda. Anda pasti bertanya-tanya: jika kita sedang mencoba untuk menghilangkan lemak dari tubuh kita, mengapa kita justru disarankan untuk memasukkan lemak ke dalam tubuh?

Jawabannya sederhana. Ketika Anda mengonsumsi lemak, tubuh Anda justru akan membakar lemak!

Jadi, idealnya 50-70% dari makanan harian Anda sebaiknya terdiri dari lemak baik seperti alpukat, minyak kelapa, kacang-kacangan dan biji-bijian, dan ikan yang mengandung Omega-3 seperti salmon.

Selanjutnya, cobalah satu jenis puasa bernama “puasa intermiten”. Dengan melakoni jenis puasa yang satu ini, Anda diwajibkan untuk makan 3 kali sehari dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung basa, serta menghindari makan camilan di antara jam-jam makan.

Rentang masing-masing jam makan berjarak waktu sekitar 8 jam. Misalnya, apabila Anda sarapan pada pukul 8 pagi, maka waktu makan berikutnya adalah jam 4 sore.

Di sela-sela jam makan, tubuh Anda akan tetap terhidrasi dengan baik karena konsumsi air lemon, teh herbal, dan jus atau smoothie yang terbuat dari sayuran hijau. Dengan berkomitmen melakukan puasa ini, secara natural tubuh Anda akan menurunkan kadar insulin.

Bukan cuma itu, tubuh Anda akan beralih dari membakar gula sebagai sumber energi utama menjadi membakar lemak untuk mendukung Anda beraktivitas dengan optimal.

5. Menyehatkan gigi dan gusi

Sama seperti bagaimana tubuh Anda mencuri kalsium dari tulang untuk menetralkan asam dalam tubuh, tubuh Anda juga dapat berpotensi mencuri mineral dari rongga mulut Anda, lho!

Akan tetapi, mulut Anda hanya memiliki sejumlah kecil mineral, sehingga kekurangan mineral apa pun dapat dengan cepat berujung pada terjadinya kerusakan gigi dan gusi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu mengurangi konsumsi makanan pembentuk asam seperti gula, biji-bijian, dan makanan olahan yang dapat merusak kesehatan gigi dan gusi.

Terakhir, apabila Anda menghadapi masalah seputar gigi dan gusi, cobalah untuk memanfaatkan minyak kelapa. Ambil 1-2 sendok teh minyak kelapa dingin, kemudian kumur-kumur dengan minyak tersebut selama 15-20 menit.

Berkumur dengan minyak kelapa secara alami akan “mengeluarkan” racun dan bakteri apa pun dari mulut Anda, sehingga secara otomatis dapat meningkatkan kesehatan mulut Anda.

Apabila Anda hendak mencoba trik ini, pastikan untuk memuntahkan minyak yang telah Anda gunakan untuk berkumur di tempat sampah, ya (jangan buang secara sembarang seperti di dalam wastafel atau pun toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan Anda).

6. Mencegah osteoporosis

Tahukah Anda betapa pentingnya menjaga keseimbangan tingkat keasaman (pH) dalam darah Anda? Saking pentingnya, level pH yang tidak seimbang dapat mengacaukan kerja tubuh Anda, lho.

Itulah sebabnya mengapa osteoporosis terjadi!

Ketika tubuh Anda bersifat asam akibat penumpukan racun dari makanan dan zat radikal bebas, diperlukan mineral untuk menetralkan asam-asam tersebut. Jika Anda tidak menyerap cukup mineral dari makanan yang Anda konsumsi, tubuh Anda sejatinya akan menemukan caranya sendiri untuk mencukupi kebutuhan mineral tersebut.

Sel-sel tubuh Anda akan menyerap mineral dari sumber mineral terbesar di dalam sistem Anda – yakni rangkaian tulang-belulang – dan mengeluarkan kalsium dari dalamnya untuk mempertahankan pH darah supaya tetap berada pada level 7,4.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi kita untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan mineral agar tubuh Anda menerima cukup kalsium dan mineral lain yang dibutuhkannya, sehingga tubuh Anda tidak harus melakukan semua proses rumit tersebut sendiri.



Sekarang, apakah Anda tertarik untuk mencoba diet alkali?

Sebelum itu, perlu diperhatikan bahwa ada baiknya jika Anda mengonsultasikan mengenai keputusan tersebut dengan ahli gizi atau dokter andalan Anda. Dengan begitu, dokter dapat senantiasa memantau progress diet Anda untuk melihat apakah ada potensi konsekuensi kesehatan yang merugikan.

Di samping itu, selain fokus meningkatkan jumlah basa dalam konsumsi makanan dan minuman Anda sehari-hari, Anda juga disarankan untuk menjaga asupan cairan.

Usahakan agar Anda tetap terhidrasi dan jangan abaikan rasa haus. Kebanyakan orang mungkin perlu minum sekitar 2 liter air sehari, namun angka ini dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.