Sering Disepelekan, 6 Kebiasaan Ini Menjadi Pemicu Asam Lambung Naik

Selama ini banyak orang yang berpendapat jika maag menjadi salah satu penyebab mengapa asam lambung dapat naik. Padahal meskipun berkaitan, asam lambung yang naik dapat dipicu hal lainnya. Bahkan karena kebiasaan buruk dan tidak sehat pun, dapat menyebabkan asam lambung naik dan menimbulkan rasa panas di bagian dada hingga kerongkongan.

Ilustrasi gangguan asam lambung kambuh
Ilustrasi gangguan asam lambung kambuh. (Freepik.com/Elnurfreepik)

AFYA-ONLINE.COM - Pernah merasa dada terasa panas dan seperti terbakar? Jika iya, sebenarnya ini merupakan gejala heartburn atau yang dikenal dengan asam lambung naik.

Hal ini disebabkan karena isi lambung kembali lagi naik dan menyebabkan sensasi terbakar hingga panas di bagian tenggorokan dan dada. Rasa panas yang terjadi di bagian dada inilah yang menjadi salah satu meningkatnya asam lambung.

Selain itu juga muncul gejala lainnya seperti batuk kering, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan juga muntah makanan maupun cairan asam. Jika terus menerus terjadi, maka heartburn ini dapat menjadi gejala utama penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Umumnya asam lambung yang naik seringkali dikaitkan karena mengkonsumsi makanan berlemak dan pedas serta dipicu karena minuman berkafein seperti kopi, teh, dan coklat. Namun selain itu ternyata pemicu asam lambung naik juga bisa disebabkan karena berbagai kebiasaan buruk yang seringkali disepelekan seperti di bawah ini.

Tidak mengunyah makanan dengan baik

Siapa sangka? Kebiasaan makan seperti ini menjadi hal yang bisa menyebabkan asam lambung naik. Mulut merupakan bagian pertama dari usus serta sistem pencernaan. Jika makanan tidak dikunyah dengan benar, hal ini akan membuat pekerjaan seluruh tubuh menjadi lebih sulit.

Cobalah untuk memberikan waktu tambahan saat makan agar makanan terkunyah dengan baik. Atau bisa dengan cara memecah makanan menjadi potongan yang lebih kecil sehingga membuat makanan semakin lebih mudah untuk turun dari kerongkongan menuju perut, yang mana nantinya akan diuraikan lebih lanjut oleh asam lambung.

Makan dengan porsi yang banyak

Makan dengan porsi yang banyak memang dapat mengenyangkan. Namun bagi Anda yang menderita asam lambung, sebaiknya berhati hati. Sebab kenaikan asam lambung bisa terjadi dengan mudah setelah makan terlalu banyak. perut yang penuh dan terisi makanan akan merenggang. Peregangan ini yang menyebabkan tekanan cukup kuat di otot bagian katup kerongkongan bawah.

Saat seharusnya dalam posisi yang tertutup, katup kerongkongan dapat terbuka secara tiba-tiba. Dan tanpa membutuhkan waktu yang lama, kondisi ini yang kemudian menjadi pemicu asam lambung naik dan menyebabkan munculnya gejala maag.

Karena itulah bagi penderita maag sangat disarankan untuk mengubah kebiasaan makan, akan lebih baik jika makan dengan porsi yang lebih sedikit namun kuantitas lebih ditingkatkan.

Dehidrasi

Air menjadi bagian penting dalam proses pencernaan, karena digunakan untuk membantu tubuh mencerna makanan padat serta menyerap nutrisi. Sehingga saat tubuh mengalami dehidrasi, tentunya ini akan membuat asam lambung dapat naik.

Karena itulah coba untuk membiasakan diri minum air secara teratur setiap harinya. Namun hindari minum terlalu banyak saat waktu makan karena dapat menyebabkan rasa kembung. Perlu diketahui juga jika berapa banyak konsumsi minuman teh dan kopi yang anda lakukan setiap harinya. Mengapa? Karena minuman ini dapat menyebabkan tubuh dehidrasi.

Dan saat berolahraga, pastikan untuk mengkonsumsi lebih banyak air untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

Tidur setelah makan

Mungkin hal seperti ini banyak dilakukan sebagian besar orang dan tanpa sadar menyebabkan asam lambung jadi semakin naik.

Saat tubuh langsung tertidur setelah makan membuat tubuh tak punya banyak waktu mencerna makanan dengan baik. dibanding dengan memberikan rasa yang mengenyangkan, makanan yang telah dikonsumsi akan kembali lagi naik menuju kerongkongan disertai dengan asam yang berasal dari lambung.

Inilah yang menyebabkan timbulnya gejala maag serta naiknya asam lambung. Hal ini pun juga berlaku ketika anda langsung berbaring setelah makan kenyang. Usahakan untuk memberi jeda 2-3 jam jika anda ingin tidur setelah makan. Dengan begitu tubuh jadi punya banyak waktu untuk memproses makanan dalam sistem pencernaan.

Mengunyah permen karet terlalu sering

Kebiasaan lain yang sering disepelekan namun bisa menyebabkan asam lambung menjadi naik adalah mengunyah permen karet terlalu sering.

Terkadang mengunyah permen karet memang dapat menjadi penyelamat saat lupa menyikat gigi sebelum berangkat kerja ataupun saat kondisi bau mulut tidak sedap. Mengunyah permen karet sesekali memang tidak akan menyebabkan masalah, bahkan bagi beberapa orang pun juga tidak memiliki masalah jika mengunyah permen karet terlalu sering.

Namun bagi sebagian orang bisa saja ini menyebabkan asam lambung naik. Hal ini dikarenakan Anda menelan terlalu banyak udara yang kemudian menyebabkan gas, sendawa, dan kembung.

Kebiasaan merokok

Banyak orang yang berpikir jika kebiasaan merokok hanya akan menganggu saluran pernapasan saja. Padahal kandungan racun di dalam rokok juga dapat berpengaruh pada saluran pencernaan. Saat mencapai lambung, dinding yang terdapat di bagian dalam lambung bisa menjadi iritasi yang kemudian menyebabkan produksi asam lambung juga semakin banyak.

Hal ini pula lah yang membuat asam lambung naik hingga menuju kerongkongan dan menyebabkan munculnya sensasi terbakar dan tidak nyaman.



Jadi, selain menghindari makanan dan minuman yang bisa memicu asam lambung naik. Sebaiknya hindari kebiasaan-kebiasaan buruk diatas agar mencegah asam lambung naik secara tiba-tiba. Jalani pola hidup yang lebih sehat dengan makan teratur dan bernutrisi, olahraga rutin, serta istirahat yang cukup agar tidak membuat kondisi asam lambung semakin parah.