Siapa Sangka, Kebiasaan Duduk Terlalu Lama Dapat Menimbulkan Banyak Penyakit

Banyak penelitian yang telah mengkaitkan duduk dalam waktu yang lama dapat menimbulkan masalah kesehatan. Bahkan dapat meningkatkan resiko kematian akibat kemunculan penyakit kanker, kardiovaskular, obesitas dan kondisi tekanan darah serta gula darah yang meningkat dan masih banyak lainnya.

Ilustrasi duduk terlalu lama
Ilustrasi duduk terlalu lama. (Freepik.com/Yanalya)

AFYA-ONLINE.COM - Resiko bahaya duduk terlalu lama menjadi hal yang hingga kini masih disepelekan banyak orang. Padahal kebiasaan buruk seperti ini jika dilanjutkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya.

Apalagi di jaman modern seperti saat ini, bekerja bisa dilakukan dengan mudah dari komputer. Sehingga membuat banyak orang menghabiskan waktu hingga berjam-jam duduk di depan komputer.

Baca Juga: Nggak Ribet, Sebenarnya Diabetes, Penyakit Jantung, Stroke Bisa Dicegah dengan 5 Cara Ini

Belum lagi dengan aktivitas di rumah yang terkadang juga banyak dihabiskan di depan televisi sehingga sangat sedikit aktivitas bergerak yang dikerjakan setiap harinya. Bahkan diperburuk dengan tidak meluangkan waktu untuk olahraga. Tentunya ini akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan muncul.

Obesitas

Salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi akibat kebiasaan duduk terlalu lama adalah masalah obesitas hingga perut buncit. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hal ini diakibatkan karena tubuh tidak mengeluarkan energi sedikitpun saat duduk. Selain itu pembakaran kalori pun juga tidak dilakukan secara maksimal. Bahkan jika dibiarkan akan membuat perut semakin buncit.

Hal ini dikarenakan akibat berkurangnya molekul seperti lipoprotein lipase yang mana bekerja mengelola gula dan lemak dalam tubuh saat duduk terlalu lama. Karena itulah Anda bisa mengalami sindrom metabolik, yang membuat perut buncit serta berat badan juga terus menerus bertambah.

Sakit leher dan tulang belakang

Saat sering duduk terlalu lama, tak jarang ini akan menyebabkan sakit di bagian leher hingga tulang belakang. Ini dikarenakan karena duduk pada waktu yang lama ditambah lagi posisi duduk yang tidak terlalu nyaman membuat tulang leher menjadi tegang hingga nyeri pada punggung.

Duduk terlalu lama bisa memberikan tekanan berlebihan pada tulang belakang serta cakram penyusun tulang belakang, tentu saja ini akan berakibat sakit di bagian leher dan tulang belakang.

Diabetes

Duduk lama hingga berjam-jam setiap harinya pun juga akan sangat merugikan tubuh dalam hal menangani kadar gula darah. Hal ini yang kemudian menyebabkan kesensitivitas insulin menjadi berkurang.

Insulin merupakan hormon yang bekerja membantu tubuh dalam membakar karbohidrat dan gula yang digunakan sebagai energi. Ketidakaktifannya dapat mempengaruhi kadar hormon secara negatif. Sehingga tak heran membuat tubuh jadi mudah lelah, berat badan juga semakin bertambah, dan cepat merasa lapar.

Mungkin bukan hal yang umum bagi seseorang dapat menghabiskan waktu 24 jam untuk duduk. Namun jika sampai hal ini dilakukan, efektivitas insulin dapat menurun hingga 24%.

Penyakit jantung

Kebiasaan buruk dari duduk yang terlalu lama pun juga telah lama dikaitkan dengan penyakit jantung.

Sebuah studi mengemukakan jika pria yang melakukan kebiasaan menonton televisi melebihi dari 23 jam dalam seminggu memiliki resiko kematian hingga 64% lebih besar akibat penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan pria yang memiliki kebiasaan hanya 11 jam duduk menonton televisi dalam seminggu.

Beberapa ahli juga mengatakan jika orang yang tidak begerak aktif serta duduk dalam waktu yang cukup lama juga memiliki resiko 147% lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke.

Deep Vein Thrombosis (DVT)

Deep Vein Thrombosis (DVT) atau Trombosis Vena Dalam menjadi penyakit lainnya yang dapat disebabkan akibat kebiasaan duduk terlalu lama, misalnya pada perjalanan mobil atau pesawat dalam waktu yang panjang. DVT merupakan kondisi gumpalan darah yang terbentuk pada bagian pembuluh darah kaki.

Penyakit ini merupakan permasalahan yang cukup serius, karena jika sampai bagian dari gumpalan darah yang terdapat pada vena tungkai tersebut putus dan bergerak maka bisa memotong aliran darah yang menuju bagian lainnya termasuk pula organ paru-paru. Kondisi ini menjadi keadaan darurat medis yang bisa menyebabkan komplikasi besar hingga kematian.

Resiko kanker

Bahkan kebiasaan duduk terlalu dalam dalam jangka panjang pun bisa menyebabkan resiko kanker. Hal ini disebabkan menurunnya aktivitas fisik yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit jantung dan kanker. Jika dibiarkan maka tentu saja ini akan beresiko menyebabkan kematian.

Sebuah penelitian mengungkapkan jika bahaya duduk terlalu lama memang dapat meningkatkan berbagai peluang jenis kanker, seperti kanker rahim, kanker paru-paru, dan kanker usus besar. Namun belum ditemukan alasan dibalik semua ini.

Akan tetapi banyak yang mengatakan jika meningkatnya resiko kanker ini disebabkan karena produksi hormon insulin yang berlebihan akibat duduk terlalu lama, sehingga membuat beberapa sel mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali dan berbentuk tumor.

Hal ini jelas berbeda saat tubuh bergerak aktif karena Antioksidan bekerja baik dalam menghilangkan resiko kanker dikarenakan radikal bebas. Jika anda terus menerus menjalani kebiasaan duduk terlalu sering dan terlalu lama, maka antioksidan tidak bisa bekerja maksimal dan menyebabkan radikal bebas dapat mudah menyerang.



Jika memang Anda diharuskan untuk terus menerus duduk dalam waktu yang lama karena bekerja, maka cobalah meluangkan waktu lebih banyak bergerak dan berolahraga. Gunakan istirahat dari duduk setiap 30 menit sekali untuk mengurangi resiko dari kebiasaan duduk terlalu lama.

Selain itu pastikan jika posisi duduk sudah baik dan nyaman sehingga tidak menyebabkan sakit dan nyeri di bagian leher serta tulang belakang.