Waspada, Inilah 6 Makanan yang Harus Dihindari jika Trigliserida Tinggi

pixabay.com

Trigliserida merupakan jenis lemak yang pada umumnya dapat Anda temukan pada lipatan perut dan area pinggul Anda.

Ketika tubuh Anda mencerna dan memecah lemak dari makanan yang dikonsumsi, sisa terakhir dari seluruh asupan gizi yang terserap adalah trigliserida itu sendiri.

Di sela waktu makan, terutama saat Anda membutuhkan lebih banyak energi untuk beraktivitas, tubuh Anda secara alami akan memanfaatkan keberadaan trigliserida ini untuk memperoleh energi tambahan.

Memiliki sejumlah trigliserida dalam batas normal itu penting, namun lemak yang satu ini juga bisa menjadi elemen yang berbahaya untuk tubuh jika Anda tidak berhati-hati. Kelebihan trigliserida (melebihi 199 mg/dL) justru dapat membawa malapetaka bagi kesehatan Anda.

Kadar trigliserida yang tinggi dapat diakibatkan dari kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi tinggi lemak jenuh serta karbohidrat olahan.

Penyebab lainnya meliputi obesitas, pengaruh genetik, kebiasaan yang merusak kesehatan tubuh seperti merokok dan konsumsi minuman beralkohol, juga pengaruh obat-obatan tertentu.

Apabila saat ini Anda mendapati satu atau beberapa penyebab trigliserida ini ada di dalam tubuh Anda, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi hal tersebut.

Dari sekian cara untuk mengobati trigliserida tinggi, salah satu yang termudah adalah dengan menghindari beberapa jenis makanan yang dinilai dapat memperburuk situasi tersebut.

Jadi, makanan apa saja yang harus Anda hindari atau batasi jumlah konsumsinya jika trigliserida tinggi? Berikut uraiannya.

1. Minuman beralkohol

Studi menunjukkan bahwa asupan alkohol dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar trigliserida di dalam plasma darah.

Hal ini juga kemudian dapat berkontribusi pada terbentuknya penyakit kardiovaskular, penimbunan lemak pada organ hati, dan pankreatitis.

Meskipun konsumsi alkohol dalam persentasi yang ringan kerap dikaitkan dengan perununan trigliserida, apabila Anda mengidap hipertrigliseridemia maka Anda diwajibkan untuk berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, minuman beralkohol juga dapat menyebabkan terjadinya penumpukan trigliserida pada organ hati, yang berujung pada timbulnya steatosis hepatitis (salah satu jenis penyakit hati kronis).

Baca Juga: Awas Bahaya Kolesterol, Pahami Gejala dan Penyebab Trigliserida Tinggi

2. Kelapa

Kelapa, terutama minyaknya, mengandung banyak lemak jenuh yang tak bagus untuk tubuh (sekitar 92%).

Kadar lemak jenuh yang tinggi di dalam minyak kelapa ini menjadi salah satu alasan mengapa kelapa terdaftar sebagai salah satu jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah lebih sedikit, khususnya jika Anda memiliki trigliserida tinggi.

Riset menunjukkan bahwa minyak kelapa rupanya dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan kepadatan lipoprotein, di mana hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.

Mengganti minyak kelapa dengan minyak lain yang mengandung lemak tak jenuh (seperti minyak zaitun) dapat menurunkan risiko terserang penyakit jantung.

3. Minuman yang mengandung gula tinggi

Gula dan fruktosa yang sering kali digunakan sebagai pemanis pada makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari dapat meningkatkan trigliserida.

Hal ini dikarenakan kelebihan gula dan kalori yang disimpan dalam tubuh sebagai sel-sel lemak akan diubah ke dalam bentuk trigliserida.

Pada anak-anak, asupan minuman yang dimaniskan dengan gula memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan trigliserida dalam tubuh mereka.

Gula dalam minuman juga mengurangi kadar kolesterol HDL selama berbulan-bulan, yang mana hal ini dapat berakibat fatal bagi kesehatan anak-anak dalam jangka panjang.

Jika kadar trigliserida Anda melewati sedikit saja di luar batas normal yang disarankan, Anda harus membatasi jumlah asupan gula tambahan harian Anda tidak melebihi 100 kalori per hari.

Nah, akan lebih baik pula jika Anda menghindari pemanis buatan dalam segala makanan atau minuman yang Anda konsumsi sehari-hari.

Biasakan untuk senantiasa membaca label nutrisi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengkonsi makanan atau minuman tersebut.

Beberapa makanan/minuman yang sebaiknya Anda kurangi konsumsinya sejak dini antara lain minuman bersoda, jus buah dalam kemasan, yogurt manis, susu kental manis, dan es krim.

Para ahli kesehatan menyarankan supaya Anda tidak mengkonsumsi lebih dari 36 ons makanan ringan dengan pemanis buatan dalam seminggu, berdasarkan pada perhitungan bahwa Anda mengkonsumsi 2.000 kalori per hari.

4. Daging olahan

Apakah Anda termasuk pecinta daging? Jika iya, maka sebaiknya Anda mulai berhati-hati sejak sekarang.

Pasalnya, konsumsi daging olahan secara teratur (bahkan jika besarannya tidak melampaui 100 gr per hari) justru dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga dua kali lipat!

Sebagian besar daging olahan, terutama daging merah, mengandung bahan pengawet yang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung.

5. Makanan bertepung

Makanan bertepung bukan cuma produk olahan tepung seperti roti atau kue yang menjadi cemilan kesukaan Anda, namun termasuk sayuran seperti jagung, kacang polong, kentang, dan pasta serta sereal.

Tubuh kita juga mengolah trigliserida yang berasal dari sari pati, dan menghindari makanan-makanan yang mengandung zat tersebut dapat membantu Anda untuk menjaga supaya kadar trigliserida Anda senantiasa berada dalam ambang wajar.

6. Makanan yang dipanggang

Hindari mengkonsumsi biskuit, margarin, donat, popcorn yang dipanaskan dengan microwave, makanan cepat saji, pizza, makanan penutup seperti kue, permen, lalu sereal siap saji, roti gulung, kue bolu.

Apapun itu yang dipanggang, maka Anda harus menjaga nafsu agar tidak mendekati jenis-jenis makanan yang satu ini.

Makanan seperti ini mengandung lemak trans (jenis lemak yang paling mematikan) yang memang dikenal dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah dengan cepat.

Segala jenis makanan yang dipanggang juga mengandung lemak jenuh yang dapat berujung pada meningkatnya jumlah trigliserida dalam darah Anda.

Hal ini kemudian dapat berdampak pada akumulasi plak di pembuluh darah, yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit kardiovaskular.



Daftar di atas merupakan makanan yang harus dihindari jika trigliserida tinggi. Langkah berikutnya, Anda harus mengganti pola makan dan asupan gizi Anda dengan makanan yang dapat menjaga kestabilan level trigliserida Anda.

Beberapa di antaranya lain makanan berserat tinggi, kaya akan asam lemak omega-3, dan makanan yang mengandung protein nabati.

Pastikan bahwa Anda juga rutin berolahraga untuk mengusir jauh-jauh risiko terserang penyakit kronis akibat trigliserida tinggi.