Kenali 5 Faktor Penyebab Obesitas yang Perlu Anda Waspadai Sejak Dini

Pada kebanyakan orang, obesitas umumnya disebabkan oleh porsi makan yang terlalu banyak dan pergerakan fisik yang terlalu sedikit dibanding jumlah kalori yang dikonsumsi. Nyatanya, dua hal tersebut bukanlah satu-satunya faktor mutlak penyebab obesitas. Masih ada beberapa faktor penyebab obesitas lainnya yang perlu Anda waspadai.

Sekumpulan wanita dengan obesitas
Sekumpulan wanita dengan obesitas. (Pixabay.com/Anja)

AFYA-ONLINE.COM - Obesitas adalah suatu kondisi medis yang terjadi ketika Anda memiliki kelebihan berat badan atau lemak tubuh yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan Anda. Dokter biasanya mendiagnosa Anda menderita obesitasi jika Anda memiliki indeks massa tubuh yang tinggi.

Indeks massa tubuh (Body Mass Index) adalah satuan yang digunakan dokter untuk mengevaluasi apakah Anda memiliki berat badan yang sesuai untuk usia, jenis kelamin, dan tinggi badan Anda. Penilaian indeks massa tubuh ini menggabungkan metode pengukuran tinggi dan berat badan Anda.

Apabila Anda mendapatkan indeks massa tubuh (IBM) antara 25 dan 29,9, itu menunjukkan bahwa Anda memiliki kelebihan berat badan dari berat badan ideal yang disarankan. IBM dengan skor 30 atau lebih menunjukkan bahwa Anda mungkin mengidap obesitas.

Faktor-faktor lain (misal: rasio ukuran pinggang ke pinggul, rasio lebar pinggang terhadap tinggi badan, dan jumlah serta distribusi lemak pada tubuh) juga berperan dalam menentukan seberapa ideal berat badan Anda dan bentuk tubuh yang Anda miliki.

Jika Anda mengidap obesitas dan memiliki kelebihan berat badan, hal ini dapat mengakibatkan risiko yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan Anda secara negatif, meliputi sindrom metabolik, radang sendi, bahkan memicu beberapa jenis kanker.

Sindrom metabolik biasanya menjadi pemicu beragam masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Awas Bahaya Kolesterol, Pahami Gejala dan Penyebab Trigliserida Tinggi

Menjaga berat badan ideal melalui diet atau olahraga yang sehat merupakan salah satu cara untuk mencegah atau mengatasi obesitas. Dalam beberapa kasus, para pengidapnya mungkin perlu dioperasi.

Akan tetapi, apabila Anda mampu menghindari sejumlah faktor penyebab obesitas berikut ini, Anda tidak perlu khawatir akan mengidap obesitas.

1. Faktor genetik

Obesitasi cenderung dipengaruhi oleh faktor genetik yang kuat. Anak-anak dari orang tua yang gemuk cenderung berisiko mengidap obesitasi dari pada anak-anak dengan orang tua berbadan kurus. Namun, hal ini bukan sepenuhnya berarti bahwa obesitas dapat menjangkiti seseorang dengan probabilitas yang tinggi.

Apa yang Anda konsumsi juga dapat memberikan efek yang besar terhadap gen mana yang akan menurun kepada anak-anak Anda dan gen mana yang tidak akan diwariskan.

Masyarakat non-industrial dengan cepat dapat terpapar obesitas ketika mereka mulai mengkonsumsi makanan khas Barat yang dikenal dengan kandungan lemak jenuh (lemak tak sehat) dalam jumlah tinggi.

Pada kasus seperti ini, gen mereka tidak mengalami perubahan, tetapi lingkungan dan sinyal yang dikirimkan dari otak kepada gen dapat berubah sewaktu-waktu. Sederhananya, komponen genetik memang dapat mempengaruhi kerentanan Anda terhadap risiko obesitas.

2. Konsumsi makanan tidak sehat

Seperti yang Anda ketahui, obesitas tidak hanya terjadi dalam semalam, tetapi berkembang secara bertahap karena pilihan pola makan dan gaya hidup yang buruk.

Misalnya, pilihan makanan yang tidak sehat tersebut bisa berupa:

  • Kurang mengonsumsi buah-buahan dan sayuran
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Mengonsumsi makanan cepat saji (junk food)
  • Dsb.

Kebiasaan makan yang tidak sehat cenderung diwariskan dalam keluarga, karena Anda umumnya mempelajari kebiasaan makan tersebut dengan melihat pola makan orang tua Anda yang tidak baik.

3. Ketagihan makanan

Banyak makanan cepat saji dengan kandungan gula dan lemak tinggi yang memiliki efek stimulan terhadap daya kerja otak Anda.

Faktanya, makanan-makanan sejenis ini seringkali dibanding-bandingkan dengan obatan-obatan narkotika yang kerap disalahgunakan seperti alkohol, kokain, nikotin, dan ganja karena menghasilkan efek candu yang serupa.

Makanan cepat saji dapat menimbulkan kecanduan terutama pada orang-orang yang rentan dengan zat-zat aditif. Mereka dapat kehilangan kontrol atas perilaku makan mereka, dan gejalanya mirip seperti pecandu alkohol yang kehilangan kontrol atas kebiasaan minumnya yang di luar kendali.

Kecanduan atau ketagihan makanan merupakan suatu masalah kompleks yang bisa sangat rumit diatasi. Ketika Anda mulai kecanduan terhadap sesuatu, Anda akan kehilangan kebebasan untuk memilih apa-apa saja yang ingin Anda konsumsi. Sebagai akibatnya, otak Anda pun mengalami kesulitan yang sama untuk membuat keputusan rasional.

4. Insulin

Insulin merupakan salah satu hormon yang sangat penting yang berfungsi untuk mengatur penyimpanan energi. Salah satu fungsi lainnya dari insulin adalah untuk “memberitahu” sel-sel lemak untuk menyimpan cadangan lemak tubuh dan mempertahankan apa yang sudah tersimpan di dalam tubuh.

Metode diet ala Barat dapat meningkatkan resistensi insulin pada banyak orang yang mengidap obesitas. Hal ini kemudian akan berakibat pada meningkatnya kadar insulin di seluruh tubuh, menyebabkan energi terpaksa disimpan dalam sel-sel lemak daripada digunakan sebagaimana mestinya.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kadar insulin yang tinggi memiliki peran sebab-akibat dalam perkembangan obesitas. Salah satu cara terbaik untuk menurunkan kadar insulin Anda adalah dengan mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana atau karbohidrat olahan sembari meningkatkan asupan serat harian Anda.

Strategi ini akan mengarah pada pengurangan asupan kalori secara otomatis dan penurunan berat badan yang lebih mudah karena Anda tidak perlu bersusah payah untuk menghitung konsumsi kalori atau mengontrol porsi makan Anda.

5. Konsumsi gula berlebih

Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebih mungkin merupakan satu-satunya aspek terburuk dari gaya hidup serba modern yang Anda jalani saat ini.

Hal tersebut dikarenakan gula dapat mengubah hormon tubuh Anda apabila ia dikonsumsi secara berlebihan, yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan bahkan obesitas.

Zat pemanis yang kebanyakan beredar di pasaran merupakan campuran antara setengah glukosa dan setengah fruktosa. Orang-orang mendapatkan asupan glukosa dari berbagai makanan (seperti pati), akan tetapi sebagian besar fruktosa berasal dari zat pemanis buatan.

Asupan fruktosa berlebih bisa menimbulkan resistensi insulin dan peningkatan kadar insulin. Terlebih lagi, hal tersebut juga tidak dapat memunculkan rasa kenyang yang sama seperti yang Anda rasakan ketika mengonsumsi glukosa.

Karena semua alasan tersebut, gula dicap berkontribusi terhadap terjadinya obesitas pada sebagian orang.



Meskipun Anda tidak dapat sepenuhnya mengendalikan bagaimana cara kerja tubuh Anda, Anda tetap dapat mempelajari bagaimana cara mengontrol kebiasaan makan dan mengubah gaya hidup tidak sehat yang Anda lakoni selama ini.

Untuk mengatasi obesitas, seringkali memang dibutuhkan kerja keras dan perubahan gaya hidup yang drastis.