Sering Kesemutan Apakah Tanda Penyakit Berbahaya?

Kesemutan menjadi salah satu kondisi yang sering dan paling umum terjadi, bahkan banyak orang pula yang merasakannya. Namun apa jadinya jika kondisi kesemutan tersebut terjadi secara terus menerus? Apakah hal ini menjadi pertanda penyakit berbahaya?

Ilustrasi kesemutan
Ilustrasi kesemutan. (Freepik.com/Vipubadee)

AFYA-ONLINE.COM - Kesemutan merupakan sensasi spontan abnormal yang terjadi pada bagian syaraf tertentu. Secara normal, manusia dapat merasakan sensasi tertentu setelah menerima rangsangan/stimulus yang sesuai. Misalnya seperti menyentuh, meraba, merasa, menekan, nyeri, dan masih banyak lainnya.

Sensasi tersebut baru dapat muncul setelah menerima rangsangan. Namun tentu saja, sensasi tersebut harus sesuai dengan rangsangan yang diterimanya. Jadi misalnya saat kulit kita disentuh, maka akan terasa sensasi disentuh.

Hal ini berbeda pada kesemutan, sensasinya dapat muncul spontan tanpa adanya stimulus. Dapat berbentuk rasa panas, kesemutan, tidak enak, seperti ditusuk-tusuk. Dalam dunia media, kondisi ini dinamakan Parestesia, yang artinya suatu gejala namun bukan diagnosis penyakit.

Namun faktanya kesemutan bisa menjadi indikasi beberapa penyakit berbahaya, seperti hipertensi, diabetes melitus, syaraf terjepit, dan masih banyak lainnya. Jadi jika anda sering mengalami kesemutan dan terjadi secara terus menerus, mungkin penyakit di bawah ini bisa jadi sedang menyerang anda.

Diabetes mellitus

Rasanya salah satu gejala penyakit yang seringkali dikaitkan dengan kesemutan adalah diabetes mellitus. Selain munculnya rasa haus yang berlebihan hingga luka yang sulit untuk sembuh, sering mengalami kesemutan juga menjadi pertanda jika seseorang mengidap diabetes. Hal ini dikarenakan adanya kerusakan syaraf atau yang dikenal sebagai neuropati perifer, dan salah satu pemicunya disebabkan karena diabetes.

Biasanya penderita diabetes dapat mengalami mati rasa yang diikuti dengan kesemutan, hal ini seringkali terjadi pada bagian kedua kaki kemudian naik hingga ke lengan.

Stroke

Penyakit yang sering ditandai dengan gejala kesemutan yang terjadi secara terus menerus dan berkepanjangan lainnya adalah stroke. Karena kadar kolesterol yang tinggi dan tak terkendali kemudian menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, kemudian gejala yang seringkali dirasakan penderitanya adalah kesemutan.

Baca Juga: Nggak Ribet, Sebenarnya Diabetes, Penyakit Jantung, Stroke Bisa Dicegah dengan 5 Cara Ini

Pada penderita stroke, kesemutan biasanya terjadi hanya pada bagian salah satu sisi tubuh dan disertai gangguan syaraf lainnya seperti pandangan yang kabur, tubuh lumpuh sebelah, kebingungan, hingga kehilangan keseimbangan.

Gagal ginjal

Kesemutan yang terjadi di bagian tangan atau kaki mungkin saja menjadi tanda-tanda penyakit gagal ginjal. Diabetes dan tekanan darah tinggi, kedua penyakit ini semakin meningkatkan resiko gagal ginjal.

Gejala gagal ginjal lainnya juga akan bermunculan seperti kram, otot berkedut, hingga kelemahan otot. Jika memang anda memiliki masalah dengan organ ginjal dan sering mengalami kesemutan, maka segera bicarakan dengan dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Penyakit Arteri Perifer (PAD)

Penyakit arteri perifer atau PAD merupakan penyakit yang mempengaruhi sistem peredaran darah dan kemudian menyebabkan penyempitan pada bagian pembuluh darah.

Ini yang kemudian menyebabkan sirkulasi darah semakin buruk dan membuat kesemutan dapat terjadi di bagian kaki atau tangan. PAD bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke dikarenakan penumpukan plak yang ada pada arteri, jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Perawatan termasuk mengkonsumsi obat-obatan, mengubah gaya hidup dan operasi menjadi tindakan terbaik dalam penyembuhan penyakit ini.

Carpal Tunel Syndrome (CTS)

Carpan Tunel Syndrome atau yang juga dikenal sebagai sindrom terowongan karpal merupakan kondisi yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya kesemutan pada bagian tangan. Kondisi ini terjadi akibat syaraf pada pergelangan tangan yang terjepit.

Penyebabnya dapat dikarenakan penderitanya yang terlalu lama menggunakan tangan hanya pada 1 posisi yang sama ataupun terjadi pembengkakan serta retensi cairan. Di beberapa kasus, seseorang bisa mengalami kesemutan yang diakibatkan CTS serta muncul rasa nyeri di bagian jari tengah, manis dan juga sensasi terbakar di ibu jari hingga ke jari tengah.

Penyakit autoimun

Penyakit autoimun juga dapat menjadi salah satu penyakit yang seringkali memunculkan gejala kesemutan. Penyakit ini biasanya akan menyebabkan kesemutan pada bagian tangan atau kaki.

Baca Juga: 5 Jenis Penyakit Autoimun Paling Umum Terjadi, Lebih Banyak Dialami Wanita!

Autoimun terjadi saat sel-sel dalam tubuh menyerang dirinya sendiri. Adapun jenis penyakit autoimun yang bisa menyebabkan kesemutan antara lain adalah penyakit celiac, lupus, dan radang sendi.

Penyakit sistemik

Kesemutan yang terjadi pada bagian kaki dapat juga menjadi tanda peyakit sistemik, penyakit yang dapat mempengaruhi secara umum kondisi tubuh. Biasanya akan terjadi kesemutan yang terus menerus dalam waktu panjang dan sifatnya kronis.

Beberapa penyakit sistemik yang berkaitan dengan kondisi kesemutan diantaranya seperti hipotiroid ataupun tumor pada bagian syaraf. Selain itu penyakit hati, gangguan ginjal, dan berbagai penyakit darah juga dapat menjadi faktor penyebab kesemutan di bagian kaki.



Jika Anda mengalami gejala kesemutan yang terjadi secara terus menerus dan tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Sehingga Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi penyakit yang sedang dialami.

Jangan sepelekan kesemutan yang dirasakan, bisa jadi hal tersebut pertanda jika penyakit berbahaya sedang menyerang.